Cara Menghitung Progress Proyek : Breakdown & Pembobotan (1)


Progress S-Curve

Sebagai bagian dari tata laksana proyek yang baik, setiap proyek harus diukur progressnya sepanjang durasi proyek bersangkutan. Perhitungan aktual progress yang didapat kemudian dibandingkan dengan progress planing untuk periode yang sama. Dari perbandingan antara aktual progress vs plan progress, akan diketahui apakah suatu proyek dalam kondisi ahead schedule, on schedule atau behind schedule.

Untuk itu sebelum proyek dimulai kita hendaknya sudah memiliki kesepakatan dengan pemberi proyek tentang bagaimana cara menghitung progress proyek bersangkutan. Hal ini sangat penting, karena selain untuk mengukur performance proyek, kita juga memerlukan klaim progress yang sudah disetujui klien untuk menagih pembayaran.

Pada proyek yang berdurasi beberapa bulan hingga beberapa tahun, perhitungan progress biasanya dilakukan setiap awal bulan dengan cut-off date tanggal 30 atau 31.

Berikut akan saya berikan contoh cara perhitungan progress proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) untuk paket steam generator (boiler).

Sebagaimana praktek yang umum terjadi, proyek PLTU biasanya dibagi menjadi beberapa paket, yaitu : pekerjaan sipil (civil work) yang meliputi persiapan lahan hingga pekerjaan pondasi, steam generator (boiler), coal and ash handling, electrical & control, steam turbine & generator dan balance of plant. Setiap paket biasanya dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. Contoh yang akan saya berikan berikut ini adalah untuk proyek paket steam generator (boiler).

LANGKAH KE-1 dalam menyusun perhitungan progress proyek adalah menentukan Work Breakdown Structure-nya. Jika kita anggap paket steam generator sebagai WBS level-1, kita perlu menyusun WBS level-2 dan level-3. Tiga level WBS ini sudah sangat mencukupi untuk melakukan perhitungan progress dan pengendalian jadwal proyek.

Dari WBS level-1 Steam Generator kita bisa mebuat breakdown level-2 sebagai berikut :

WBS 2-01 Boiler House Steel Structure
WBS 2-02 Pressure Parts
WBS 2-03 Auxiliary Equipments
WBS 2-04 Air and Flue Gas Ducting
WBS 2-05 Coal Pipe & Boiler Piping
WBS 2-06 Electrostatic Precipitator
WBS 2-07 Electrical & Lighting
WBS 2-08 Instrumentation & Control
WBS 2-09 Refractory & Insulation
WBS 2-10 Painting

LANGKAH KE-2 adalah menghitung prosentase bobot masing-masing WBS level-2 di atas terhadap nilai/bobot keseluruhan paket steam generator. Untuk menghitung bobot prosentase ini kita memerlukan data nilai kontrak proyek paket steam generator

Pada saat mengajukan proposal harga dalam proses tender biasanya kita diminta untuk membuat rincian harga (price breakdown). Misalkan untuk proyek konstruksi boiler pada PLTU Karangwuni yang berkapasitas 2 x 65 MW nilainya adalah USD 5,950,876.60, maka breakdown price-nya kira-kira akan seperti di bawah ini :

Berdasarkan data di atas kita bisa menghitung bobot prosentase dari masing-masing WBS level-2. Misalkan untuk WBS 2-01 Boiler House Steel Structure bobot prosentasenya adalah :

Harga Boiler House Steel Str / Harga Total Proyek x 100% =

1,263,505.07 / 5,950,876.60 x 100% = 21.23%

Setelah kita hitung satu per satu, maka bobot masing-masing WBS level-2 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Related posts:

  1. Menyusun Project Planing (Rencana Proyek) : Work Breakdown Structure (WBS) & Scope of Work
  2. Cara Membuat Rencana Proyek (Project Planing) : Perbedaan Lingkup Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Anggaran Proyek
  3. Cara Membuat Rencana Proyek (Project Planing) : Pahami Scope of Work Sebelum Memulai Perencanaan Proyek !

Comments

  1. Faisal says

    artikelnya sangat bagus… enak buat belajar, lebih bagus klo lbih banyak contoh kasusnya

  2. Priyantoro says

    saran saya sebaiknya anda membuat sendiri template-template yang dibutuhkan.

    sering sekali kebutuhan reporting antara satu proyek dengan proyek yang lain itu berbeda. tergantung dari kebutuhan customer, project scope, dll

    antara satu project control engineer satu dengan engineer yang lain pun seringkali berbeda. yang penting form / template jangan terlalu rumit. sebaiknya form dibuat simple dan mudah digunakan. orang-orang lapangan biasanya lebih menyukai format yang simple dan mudah dipahami.

  3. armann says

    saya numpang tanya bagaimana cara pemrogressan pekerjaan yang nilainya lumpsum, seperti pekerjaan Temporary direksi kit ataupun yang lain, yang nilainya secara global? mohon jwbannya terima kasih.

  4. suherman says

    Saya tertarik dengan artikel yang Bapak buat diantaranya :
    - Bagian & Cara Kerja PLTU
    - Menyusun Project Planing
    - Cara Menghitung Progres Proyek
    - Cara membuat Rencana Proyek
    Apabila Bapak berkenan,mohon di share ke email saya terkait dengan artikel2 di atas atau artikel yang berkaitan dengan PLTU, baik teknik maupun manajemen untuk saya pelajari lebih lanjut. Terima kasih

  5. Priyantoro says

    Mas armann,

    Salam kenal. Pada prinsipnya semua perhitungan progress proyek sama saja.
    Pertama proyek direksi kit dibreakdown, misalkan menjadi = pekerjaan persiapan, pondasi, dinding, atap, lantai, pintu-jendela, electrical-lighting dan finishing.
    Masing-masing dihitung volumenya dan biayanya. Dari sini bisa diketahui bobot (prosentase) masing-masing jenis pekerjaan.

    Selanjutnya tinggal dihitung progress masing-masing pekerjaan berdasarkan volume yang sudah dikerjakan.
    Berdasarkan progress masing-masing pekerjaan dan prosentase bobotnya, kemudian bisa dihitung total progress proyek Direksi kit.

    Demikian, mudah2an bisa membantu. Salam.

  6. agus mulyono says

    pak mas boleh saya minta contoh progres kerja mingguan dan bulanan dalam proyek gedung / bangunan …tolong di share ke email saya …sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan sukses

  7. bobby koo says

    Salam kenal Pak

    saya dr pt handi pratama mining akan bekerja sama dengan investor
    asing untuk membuat rencana bisnis di power plan
    kalau bapak mau bergabung dengan kami mohon hub saya di email kami
    dan kami akan balas bapak secepatnya
    terima kasih

    bobby koo

  8. Priyantoro says

    Salam kenal juga pak Bobby, terima kasih untuk kunjungannya.
    Semoga sukses untuk rencana masuk ke bisnis power plant-nya.

  9. bekti says

    pak, salam knal,
    kebetulan saya di suruh menganalisa ManPower Planning dan man hours di salah satu perusahaan swasta,
    jika bapak berkenan, saya ingin minta cara perhitungannya pak.lewat wmail saja.
    trima kasih

  10. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas Bekti. Thanks utk comment-nya.
    Mudah-mudahan e-mail saya bisa diterima dengan baik.

  11. says

    mo nanya…. biasanya kalau di kantor ane, nagih itu 4 termyn. yaitu saat prestasi pekerjaan mencapai 20 %, 50 %, 75 % dan 100 %. bobot Persentasenya dilampirkan untuk penagihan… cara ngitungnya gimana ya??? ane bingung. solanya ane karyawan baru disana…. trims

  12. Yusman Sar says

    Pak,,salam kenal.,.,.saya ingin minta rumus menghitung progres kemajuan pekerjaan.,.,dan pembobotan pekrjaan.,.,lewat email aq aj.,.terima kasih sebelumnya.,.

  13. zien says

    Salam knl pak… Sy kbtulan sdng melaksanakan project plt geothermal kaldera rawa danau didaerah Banten.. Pada persiapan tahap awal sy sdng mensosialisasikan project ini. Akan tetapi sya blm mmhmi wbs tiap item pekerjaannya.. Klo bolh pak… Sy sdng mmbthkn item pekerjaan ap sj pada project geothermal ini.. Trma kasih

  14. bregas says

    Salam kenal juga.
    Sayang saya belum pernah ikut mengerjakan proyek geothermal. Coba disearch di internet dengan keyword : geothermal power plant system atau geothermal power plant working, etc….

  15. bregas says

    Salam kenal juga.
    Coba dibaca artikel saya yang lain. Rasanya di sana sudah cukup detail cara-cara perhitungan progressnya. Makasih.

  16. ridho says

    dear bpk priyantoro, saya mohon di email jg dong pakcara menganalisa manpower planning dan man hour nya…

    terima kasih pak

  17. Priyantoro says

    Selamat sore mas Ridho, terima kasih untuk kunjungan dan commentnya.
    Maaf sekali saya tidak punya tulisan lain yang bisa saya e-mail. Semua sudah saya posting di blog ini.

    Insya Allah jika ada waktu luang saya akan tuliskan postingan baru tentang project control. Salam.

  18. Nrl Aja Husein says

    salam kenal pak Priyantoro ,kl untuk proyek baru apa dgn sistem itu jg cara penghitungan nya terim,s atas jawaban nya

  19. Priyantoro says

    Salam kenal juga,
    terima kasih untuk comment-nya. Pada dasarnya sih sama. Tetapi jika jenis proyeknya berbeda, ya perlu diadakan penyesuaian. Yang penting dimengerti dulu logika perhitungannya. Salam.

  20. idris nugroho says

    salam kenal pak,

    saya tertarik dengan tulisan bapak dan kebetulan saya sedang mendalami project control terutama tentang manhours untuk project pembangunan gedung bertingkat di perusahaan yang sekarang.

    jika bapak berkenan, saya ingin minta cara perhitungannya pak. dikirim lewat email saja pak. terutama jika ada yg khusu untuk bidang mechanical-electrical

    trima kasih

  21. Berlin says

    Salam kenal pak, mohon bantuannya bagaimana cara membuat planning pabrikasi dan kebutuhan manpower untuk suatu pekerjaan pabrikasi seperti pembuatan boiler.

    terima kasih pak

  22. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas berlin, terima kasih untuk kunjungannya.
    Pada prinsipnya membuat manpower planing untuk pekerjaan konstruksi dan fabrikasi adalah sama =
    - Hitung qty / volume pekerjaan
    - Kalikan qty atau volume dengan produktifitas yang didapat dari record pekerjaan (proyek) sebelumnya, untuk mendapatkan total manhour.
    - Buat distribusi manhour dan manpower berdasarkan schedule proyek / pekerjaan fabrikasi.

    Salam.

  23. Denny Winanto says

    Salam kenal Pak Pri. Saya sama sekali tidak ada basic knowledge tentang pembuatan progress dan sejenisnisnya, tetapi sekarang baru saja bekerja di bagian ini. Mohon saran-sarannya dari mana saya harus mulai belajar belajar tentang BQ dan Progress. Terima kasih sebelumnya…

  24. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas Denny, terima kasih sudah mampir.

    Tentang BQ dan progress sih gak ada ilmu khusus-nya, mas. Kita hanya perlu ilmu hitung dasar saja untuk mengukur progress.
    Contoh mudahnya mungkin seperti ini : kita dapat order untuk membuat 10 pcs kursi. Saat kita sudah menyelesaikan 3 kursi, progressnya adalah 3/10 = 30%. Saat 7 kusri sudah selesai, progressnya 7/10 = 70%. Waktu semua kursi sudah selesai, progress-nya 10/10 = 100%

    Jika yang harus kita ukur progress-nya adalah pekerjaan yang cukup besar / banyak, maka kita harus membuat breakdown-nya. Misalkan untuk proyek pembangunan rumah tinggal, breakdown-nya mungkin bisa seperti ini =

    1. Pekerjaan pondasi
    2. Pekerjaan dinding
    3. Atap
    4. Pintu dan jendela
    5. Pekerjaan listrik & perpipaan
    6. Arsitektural & finishing

    Masing-masing item breakdown tersebut harus dihitung nilai dan bobotnya masing-masing untuk bisa digunakan menghitung progress (seperti saya sampaikan dalam artikel saya).

    Demikian semoga bermanfaat. Salam, mas.

  25. Ridho Ikhsan Satriawan says

    Salam Pak Pri,.. (Salam Kenal)

    Menarik membaca Postingan Bapak, :-)

    seirama dengan komentar di atas (Denny Winanto)
    sy juga banyak gak pahamnya tentang kerjaan diproyek , tapi Allah.SWT menakdirkan sy bekerja didalam proyek & kebutulan di ganjar dgn posisi ‘Site manager’ (M&E).
    Agak sedikit cerah membaca postingan bapak tapi masih bnyk pertanyaan (kepo.com) he…
    Mohon Kesediannya bapak kirim email ke sy (rneonetjetis@gmail.com) u teori terdalamnya.

    PR sya di tinggali kerjaan oleh site manager yg lama adalah amburadulnya PROGRES (bobot kerja) , sedikit yg mau saya tanyakan langsung adalah ketika sudah ketemu hasil nilai proghres peritem ,. bagaimna mengaplikasikannya ke dalam pekerjaan dilapangan, (fokus ke ELEKTRICALL dulu pak). nuwun pak,.. di tunggu yah pak,
    , terimkasih semoga bapak selalu bahagia – ,…
    salam -

  26. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas Ridho, terima kasih sudah bersedia mampir.
    Untuk perhitungan progress proyek teorinya sangat sederhana, seperti yang sudah saya sampaikan di atas.
    Cara dan format perhitungan progress proyek adalah salah satu hal yang harus disepakati di awal proyek antara kontraktor dengan owner atau antara sub contractor dengan main contractor. Tanpa ada kesepakatan cara menghitung atau mengukur progress proyek, kontraktor atau sub kontraktor tidak akan bisa mengajukan termin pembayaran. Makanya hal ini harus disepakati di awal proyek.

    Saya agak kurang paham dengan maksud Anda dengan Progress (bobot kerja) yang amburadul. Jika memang proyek Anda belum memiliki kesepakatan tentang cara menghitung progress, maka perlu segera dibicarakan dengan pemilik proyek. Tetapi jika maksudnya adalah proyek Anda terlambat (progress aktual tidak sesuai dengan yang direncanakan), maka masalahnya bukan di cara perhitungan progress.

    Semoga bisa membantu, salam.

  27. parindragala says

    Salam pak pri,

    1. Bagaimana menghitung bobot pekerjaan di Lapangan tanpa kita tau harga per item pekerjaan,
    saya hanya diberikan gambar layout dan hanya bisa menghitung volume per item pekerjan saja?

    2. Bagaimana menghitung Produktifitas pekerjaan di lapangan berdasarkan jumlah manpower versus volume atau progress pekerjaan?

  28. fajriko says

    Salam pak,kalo untuk prelim dan pajak itu termasuk dibobot pekerjaan juga gk pak?terimakasih

  29. denny triasmara says

    Salam kenal pak priyantoro,

    saya denny triasmara baru menggeluti dunia kontraktor, saat ini saya lagi dalam pembelajaran pembangunan pabrik kelapa sawit, yang ingin saya pelajari adalah data pembuatan progress pabrikasi dan erricson nya. mohon share ke email saya dny_trias@yahoo.com.
    saat ini progres yang saya ketahui hanya berdasarkan tonase setiap bulanya yang terpakai, sehingga saat mengaplikasikan ke peritem untuk perhitungan erricson saya memiliki kesulitan

  30. Priyantoro says

    Salam kenal mas Fajriko,

    Pengalaman saya selama di proyek konstruksi tidak pernah memasukkan pajak untuk perhitungan progress.
    Semoga membantu dan terima kasih sudah mampir.

  31. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas,

    1. Untuk menghitung bobot pekerjaan bisa mempergunakan volume pekerjaan.
    Tapi hal ini hanya akurat untuk menghitung bobot pekerjaan yang sejenis.

    2. Produktivitas = input manhour / output volume pekerjaan yang dihasilkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>