Bagian & Cara Kerja PLTU : Sistem Pembakaran, Aliran Udara & Gas Buang (2)


Pembakaran pulverized-coal dengan tangential burners yang dipasang pada empat sudut combustion chamber

Coal & combustion system dalam PLTU terdiri dari coal silo, coal feeder, pulverizer, coal pipes dan combustion burner.

dari coal storage batu bara diangkut dengan belt conveyor menuju boiler house dan disimpan di dalam coal silo. Dalam bangunan PLTU, coal silo lokasinya ada di antara boiler house dan Turbine-Generator building.

Untuk menghasilkan pembakaran yang efisien, batu bara yang masuk ruang pembakaran harus digiling terlebih dahulu hingga berbentuk serbuk (pulverized coal). Penggilingan batu bara menjadi serbuk dilakukan pulverizer yang dikenal juga dengan nama bowl-mill. Disebut demikian karena di dalamnya terdapat mangkuk (bowl) tempat batu bara ditumbuk dengan grinder.

Pemasukan batu bara dari coal silo ke pulverizer diatur dengan coal feeder, sehingga jumlah batu bara yang masuk ke pulverizer bisa diatur dari control room.

Batu bara yang sudah digiling menjadi serbuk ditiup dengan udara panas (primary air) dari pulverizer menuju combustion burner melalui pipa-pipa coal piping.

Pada saat start up, pembakaran tidak langsung dilakukan dengan batu bara, tetapi mempergunakan bahan bakar minyak. Baru setelah beban mencapai 10%-15% batu bara pelan-pelan mulai masuk menggantikan minyak. Maka selain coal piping, burner juga terhubung dengan oil pipe, atomizing air dan scavanging air pipe yang berfungsi untuk mensuplai BBM.

Agar pembakaran dalam combustion chamber berlangsung dengan baik perlu didukung dengan sistem suplai udara dan sitem pembuangan gas sisa pembakaran yang baik. Tugas ini dilakukan oleh Air and Flue Gas System.

Air and Flue Gas System terdiri dari Primary Air (PA) Fans, Forced Draft (FD) Fans, Induced Draft (ID) Fans, Air Heater, Primary Air Ducts, Secondary Air Ducts dan Flue Gas Ducts.

Udara yang akan disuplai ke ruang pembakaran dipanaskan terlebih dahulu agar tercapai efisiensi pembakaran yang baik. Pemanasan tersebut dilakukan oleh Air Heater dengan cara konduksi dengan memanfaatkan panas dari gas buang sisa pembakaran di dalam furnace.

Ada 2 type Air Heater yang banyak dipakai di PLTU. Yang pertama air heater type tubular, banyak dipakai di PLTU yang berkapasitas kecil. Sedangkan air heater type rotary lebih dipilih untuk PLTU kapasitas besar.

Primary Air Fans berfungsi untuk menghasilkan primary air yang diperlukan untuk mendorong batu bara serbuk dari pulverizer ke burner. Forced Draft Fans berfungsi untuk menghasilkan secondary air untuk mensuplai udara ke ruang pembakaran. Sedangkan Induced Draft Fans berfungsi untuk menyedot gas sisa pembakaran dari combustion chamber untuk dikeluarkan ke cerobong asap.


Primary & Secondary Air Duct system (warna biru)

Flue Gas system adalah bagian yang sangat penting untuk menjaga agar PLTU tidak menyebabkan polusi berlebihan kepada lingkungan. Bagian dari flue gas system yang umum terdapat di semua PLTU adalah Electrostatic Precipitator (EP).

Electrostatic Precipitator adalah alat penangkap debu batu bara. Sebelum dilepas ke udara bebas, gas buang sisa pembakaran batu bara terlebih dahulu melewati electrostatic precipitator untuk dikurangi semaksimal mungkin kandungan debunya. Bagian utama dari EP ini adalah housing (casing), internal parts yang terdiri dari discharge electrode, collecting plates dan hammering system, dan ash hoppers yang terletak di bagian bawah untuk menampung abu.

Pada beberapa PLTU modern ada lagi satu peralatan pengendali polusi yang terpasang antara EP dan cerobong asap. Alat tersebut adalah Flue Gas Desulphurization (FGD) plant. Sesuai dengan namanya FGD berfungsi untuk mengurangi kadar sulphur dari gas buang. Kadar sulphur yang tinggi dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya hujan asam yang berbahaya bagi lingkungan.

Bagian terakhir dari flue gas system adalah stack/chimney/cerobong asap yang berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran.

Related posts:

  1. Bagian & Cara Kerja PLTU : Boiler atau Ketel Uap (1)

Comments

  1. sombo says

    salam kenal mas pengetahuaan sy jadi tambah sebab 4 th saya kerja di pltu jepara tk tau cara kerjanya sy hanya melihat tiap hari tp td tau bagaimana kerjanya salam….

  2. admin says

    @gerdie & @sombo = salam kenal juga. selamat bekerja, semoga tambahan pengetahuan tentang PLTU ini membantu dalam mengoperasikan PLTU Tanjung Jati / Jepara

  3. Yadi says

    Thanks salam kenal Juga .kalau bisa saran …..dilampirkan drawing Boiler untuk yg High Pressure Boiler sprt yg dipakai di PLTU baik itu menggunkan Gas or Coal mining . Thanks

  4. tohami says

    Mas ada gak contoh perhitungan air heater??? kalau ada tolong dong dikirimkan ke saya

  5. endri says

    salam mas,,,terimakasih wat artikelnya?? ijin copy wat tak pelajari ya??? terimakasih atas ijinnya?/

  6. al_hub says

    Pagi pak, saya mau share, dalam pulverizer, berapa komposisi flow udara dan flow batu bara yang ideal? bagaimana perhitungannya? seandainya komposisi udara terlalu banyak atau kurang, apa dampaknya ?

    kalau di furnace komposisi udara dan batubara / bahan bakar ideal bisa diketahui salah satunya dari perhitungan komposisi batubara/bahan bakar, dengan perhitungan reaksi kimia bisa dikalkulasikan berapa komposisinya. namun didalam pulverizer hal ini diperlukan untuk mengatur pressure udara dan menjaga temperatur agar tidak melebihi batas atas temperature high agar tidak terjadi MFT.

    terima kasih

  7. Priyantoro says

    @al_hub : Terima kasih mas Alit untuk sharingnya. Saya sendiri kurang begitu paham untuk kalkulasi teknis pembakaran ketel uap. Semoga bermanfaat.

  8. hery kushendar says

    slm knal mas.. trimz atas pngetahuan ilmunya moga bermanfaat buat saya dan teman2 lain nya… kalo bisa lebih lengkap lg

  9. mario says

    thx mas pryantoro ilmunya,mas bisa menjelaskan secara rinci tentang pulverized fuel coal ?

  10. Priyantoro says

    Terima kasih juga sudah berkunjung. Pengetahuan saya terbatas sekali. Yang saya tahu di PLTU batu bara yang ditampung di coal silo diumpankan ke coal pulverizer oleh coal feeder.
    Di dalam pulverizer, atau sering disebut juga dengan ball mill, batu bara tersebut digiling hingga menjadi serbuk (pulverized coal). Serbuk batu bara kemudian ditiup oleh hot primary air menuju ke combustion burner melalui coal piping. Demikian semoga membantu. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>