Project Control Engineer : Peran & Tugas (Bagian ke-1)

Project Control Engineer adalah suatu pekerjaan dan profesi sangat menantang dan memiliki peluang karier sangat besar. Project Control Engineer adalah satu-satunya posisi, di samping Site Manager atau Project Manager, yang memiliki pandangan menyeluruh terhadap suatu project. Dengan posisinya itu dia memiliki peluang besar untuk menjadi penasehat utama Site Manager atau Project Manager dalam mengendalikan proyek.

Project Control Engineer pada umumnya mulai terlibat sejak awal perencanaan suatu proyek. Dialah yang bertugas menyusun project schedule, manpower planing, equipment loading dan project budget bersama dengan project key person yang lain.

Pada saat eksekusi proyek berjalan, dialah yang berperan utama memasok informasi yang diperlukan untuk mengendalikan agar proyek tetap berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu orang seringkali menyebutnya juga sebagai Project Planing & Control Engineer.

Pada saat proyek selesai, dia pula yang bertugas untuk menyusun project closing report. Laporan ini berisi tentang performance yang berhasil dicapai dibandingkan dengan planing yang dibuat sebelum proyek dimulai, beserta analisa-analisanya. Project closing report dimaksudkan untuk membuat historical database yang akan dimanfaatkan untuk menyusun perencanaan proyek baru di masa datang.

Apa yang akan saya tulis berikut ini adalah pengalaman praktek yang saya dapatkan selama hampir sepuluh tahun (1991 – 2001) menjalani profesi sebagai Project Planing & Control Engineer. Termotivasi oleh dorongan semangat dari rekan-rekan seperjuangan, saya memberanikan diri untuk menuliskan pengalaman saya. Saat ini, tahun 2009, sudah delapan tahun saya tidak aktif lagi di dunia proyek konstruksi, mudah-mudahan saya masih mampu menuangkannya dalam tulisan yang akan saya buat dalam beberapa seri.

Proyek tempat saya bergabung pertama kali adalah Construction Supervision Telecom III (CS Telecom III). Saya bertugas mengumpulkan data dan informasi secara rutin dari kota-kota kabupaten di seluruh Indonesia, kecuali Sumatera & DKI Jakarta yang dipegang oleh perusahaan lain. Kemudian data tersebut diolah menjadi Weekly Report dan Monthly Report untuk PT Telkom. Telecom III adalah proyek penggelaran kabel telekomunikasi dan pembangunan STO yang dilakukan PT Telkom di kota-kota kabupaten seluruh Indonesia.

Setahun bergabung bersama proyek telekomunikasi, kemudian saya berpindah ke perusahaan kontraktor mekanikal dan bekerja di dalamnya selama hampir sembilan tahun. Kebetulan selama sembilan tahun tersebut semua proyek yang saya ikuti adalah proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara (Coal Fired Steam Power Plant). Semua kelas pembangkit, dari yang kecil 2×65 MW sampai yang besar 3×700 MW, semuanya pernah saya ikuti.

Saya selalu terlibat dalam aktivitas perencanaan dan pengendalian (planing & control) dalam proyek-proyek pembangkit listrik tersebut, sehingga cukup banyak memahami seluk beluk project planing & control, khususnya untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pengalaman inilah yang ingin saya tuliskan dalam blog saya ini. Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan setitik manfaat bagi masyarakat project management ataupun kepada para yunior yang baru saja menyelesaikan pendidikannya.

Apa yang akan saya tuliskan benar-benar merupakan pengalaman praktis di lapangan, yang banyak saya pelajari dari para senior maupun hasil eksplorasi bersama teman-teman sejawat selama sembilan tahun berkarya di lapangan. Mungkin saja hal-hal yang akan saya tuliskan ini jarang dibicarakan di ruang kuliah ataupun dibahas di buku-buku text project management.

Peran dan tugas Project Planing & Control Engineer sangat mungkin berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Perbedaan itu mungkin juga disebabkan oleh senioritas. Semakin senior pengalaman seorang engineer, biasanya rentang kewenangannya juga semakin luas.

Pertama kali bergabung dalam suatu proyek pembangkit listrik, saya hanya mendapatkan tugas untuk mengumpulkan data dan membuat project report untuk dikirimkan ke kantor pusat dan diserahkan kepada Client di lapangan. Pada akhir proyek yang berdurasi lebih dari dua tahun tersebut saya sudah memahami dengan baik masalah reporting, progress claim, schedule control dan cost control. Sedikit-sedikit saya juga mulai mempelajari contract administration.

Proyek pembankit listrik saya yang pertama tersebut adalah pembangunan PLTU Bukit Asam unit 3 & 4 dengan kapasitas 2×65 MW berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

No related posts.

Comments

  1. Priyantoro says

    Bagaimana kalau kita sharing di sini saja…… biar bisa dibaca bareng-bareng, siapa tahu ada yang ingin sharing juga.

    Makasih & salam.

  2. says

    salam sejahtera kawan kawan semua

    sebuah ulasan topik yang sangat bermanfaat sekali mas .

    bravo project control engineer

  3. ridho says

    bpk Priyantoro yth :
    boleh kah saya minta email dari bapak, saya ingin diskusi tentang project control engineer pak…dan saya sangat tertarik mendalami soal ini..terima kasih pak

  4. hardinosky says

    Dear Pak Priyantoro,
    Bisa minta contoh Project Closing Report nya Pak …?

    Salam.

  5. Fajar says

    Mas, bisa bagi emailnya, saya dapat tugas tambahan dari kantor untuk menjadi project controller di salah satu proyek, namun sudah dua bulan ini pekerjaan tersebut masih belum bisa saya handle keseluruhan. trims

  6. Priyantoro says

    Makasih untuk comment-nya mas. Project closing report ada di TJE semua.
    Pada dasarnya closing report sama dengan monthly report, hanya rentang waktunya saja yang beda.
    Kalau closing report melaporkan proyek sejak dari awal sampai akhir, termasuk analisanya.

  7. says

    it is verry nice,pasti banyak manfaatnya buat engeener-engeener muda indonesia hanya tuhan yang tau apa arti ketulusan bapak.tks atas karya nyatanya pak !

  8. edward says

    salam,

    Ini pertama kalinya saya terlibat dalam dunia proyek,
    saya belum ada basic sama sekali tetnang jabatan sebagai project control, nah sekarang saya di tempatkan di proyek bukit asam tarahan lampung untuk pekerjaan Erection Rotary Car Dumper 3 & 4

    kalau boleh saya ingin minta masukan dari mas dan mbak semua yg lebih berpengalaman dalam bidang ini
    dan untuk Mas Priyantoro apakah masih punya draft untuk pembuatan daily, weekly dan monthly report..
    kalau ada apa saya bisa meminta draftnya

    terimakasih sebelumnya

    alamat e-mail saya edward.eleazar.s@gmail.com
    atau bisa hubungi di 087808713840

    trimakasih untuk bantuannya

    salam,

  9. niti says

    setelah saya membacanya,, bener2 menantang profesi PC,, saya memang blm tahu betul tentang Profesi PC, saya baru masuk dikantor kontraktor slama 3 tahun lebih,, dan profesi saya sebagai keuangan dan tagihan serta auditor proyek, jadi saya pun sering berhubungan langsung dengan PC, PM, dan SM,,,
    saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai proyek,, karena itu tantangan bagi saya,,
    bis kah dibantu sya???
    trima kasih

  10. Priyantoro says

    Salam kenal mas Edward. Saya malah belum punya punya pengalaman dengan Rotary car Dumper. kalo gak salah ini bagian dari coal transport system ya ?
    Untuk masalah reporting sih menurut saya yang paling penting adalah Monthly Report, karena monthly report inilah yang kita pergunakan untuk review performance project kita. Sementara saya dulu saat masih di proyek, daily report dan weekly report hanya sekedar untuk memenuhi permintaan Client saja.

    Prinsip paling penting dalam membuat format Monthly Report adalah report tersebut harus bisa memberikan informasi (gambaran) tentang actual performance vs planing =
    - progress planing vs actual project
    - project actual cost vs budget = material cost, direct labor cost, consumable cost, equipment and tools cost, indirect cost, etc

    Juga yang tidak kalah penting, format laporan dibuat sesederhana mungkin agar mudah dikomunikasikan dengan anggota project team yang lain.

    Salam.

  11. Mardani says

    salam pak. saya salah satu yang ingin terjun ke dunia project. saya masih anak kemarin sore dalam hal seperti ini, maklum baru tamat kuliah hhh. mungkin bisa ditambah lagi pembahasannya, misalnya dengan contoh-contohnya mungkin?

  12. sabungan says

    terima kasih atas ulasan ini, saya baru mendapatkan tugas menjadi pc. pengalaman saya dibidang pc belum ada. kiranya teman2 dapat membantu saya dalam menjalankan tugas ini. saya belum ada format format pc sama sekali kiranya teman2 disini dapat menshare kepada saya dan memberikan panduan. sekali lagi saya ucapkan terima kasih. email saya sbgns1982@gmail.com

  13. Priyantoro says

    Terima kasih sudah mampir mas. Untuk format-format project control sebenarnya tidak ada yang baku. Untuk titik awal bisa dilihat dari laporan-laporan proyek sebelumnya yang sudah dikerjakan perusahaan tempat kita bekerja. Dari situ tinggal kita kembangkan sesuai kebutuhan. Itu yang dulu saya lakukan. Salam sukses.

  14. teuku alfa says

    saya adalah seorang project control di salah satu kontraktor yang menangani proyek elektrikal di tanjung priuk, saya masih junior untuk bidang ini pak (karena basic saya dari mekanikal).
    bagaimana peluang saya untuk dapat mengembangkan diri di bidang ini pak?? dan seberapa besar peluang kerja di bidang ini pak, maklum saya di kontrak per project, jadi saya harus mencari banyak informasi mengenai pekerjaan ini juga peluang kerja di tempat lain.

    mohon banyak bantuannya, terima kasih sebelumnya pak.

  15. Priyantoro says

    Salam kenal mas Alfa, terima kasih sudah mampir.

    Dari pengalaman saya selama 10 tahun, project control engineer memiliki peluang karier yang bagus. Yang penting kita selalu berusaha mengembangkan kemampuan komunikasi, leadership skill dan penguasaan pekerjaan di lapangan.

    Dengan kemampuan-kemampuan tersebut peluang untuk menjadi Site Manager atau bahkan Project Manager akan terbuka lebar.

  16. Irfan says

    Salam sejahtera Pak,
    Saya lulusan Teknik Industri dan tertarik pada posisi Project Control Engineer, sebaiknya saya mengambil pelatihan apa untuk memudahkan menduduki posisi tersebut? serta nama instansi pelatihan terbaik untuk posisi tersebut?

  17. Dara Febrinna says

    Salam kenal pak Priyantoro,

    Saya seorang project control di bidang konstruksi energi. Saya baru dan masih awam dibidang ini, serta tidak mempunyai basic tentang procon. Bagaimanakah agar saya dapat informasi mengenai pekerjaan procon secara keseluruhan. Mohon bantuan dan bimbingannya…..
    Terima kasih.

  18. purwoko arie says

    Salam kenal pak pri

    saya bermiat mau mendalami profesi sebagai pce di proyek, saya kira pengalaman bapak yg sudah dipaparkan dalam blog ini sifatnya masih terbatas penyebarannya, kenapa bapak tidak membuat buku saja agar pengalaman dan pengetahuan yang bapak miliki dapat tersebar luas bagi para praktisi ataupun mahasisiwa yg berminat menjadi pce

  19. Reza says

    Salam kenal sebelumnya pak..

    Saya seorang cost control di dep production control dan ini pengalaman baru karena aebelumnya saya bkrja di bidang purchasing dan sekrang di sektor shipyard..

    Bapak bisa berikan masukan langkah sebagai cost control seperti apa karena saya masih buta dalam bidang ini..langkah2 apa aja yng harua diapahami dan gambaranya seperti apa sebagai cost control mohon masukannya pak

  20. chevy anjar says

    terima kasih Pak buat pencerahannya. lewat artikel ini sya lebih sedikit memahami peran dan tugas Project control.
    sukses buat kedepan pak.

  21. Priyantoro says

    Salam sejahtera juga mas Irfan,
    Terima kasih sudah mampir. Untuk masalah project control saya merasa lebih banyak belajar dari lapangan. Kebetulan background saya dari Teknik Sipil sub program studi Construction Management.
    Selama 10 tahun bergelut di dunia konstruksi pelatihan khusus project management yang pernah saya ikuti adalah pelatihan tentang Primavera Project Planner (software untuk project scheduling). Melihat background Anda dari Teknik Industri menurut saya sudah sangat mencukupi untuk terjun menjadi seorang Project Control Engineer. Tinggal ditambah belajar langsung di lapangan saja.

    Semoga membantu.

  22. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas Pur,
    Terima kasih untuk comment-nya. Mudah-mudahan saya diberi kesempatan untuk menyusun tulisan-tulisan saya ke dalam sebuah buku.

    Salam sukses untuk mas Purwoko.

  23. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas Reza, terima kasih untuk kunjungannya.

    Prinsip cost control sebenarnya sangat sederhana. Di satu sisi kita punya budget (cost planing) dan di sisi yang lain kita punya pengeluaran biaya (real cost). Tugas cost control hanya melakukan analisa atau membandingkan antara real cost vs cost planning.

    Analisa tersebut bertujuan untuk menemukan ketidaksesuaian antara keduanya =

    - Jika real cost sama atau lebih kecil dari planning cost, berarti performance project kita bagus, tidak ada masalah.
    - Jika real cost lebih besar dari budget atau planning, maka seorang cost control engineer harus menemukan penyebabnya dan memberikan usulan bagaimana mengatasinya.

    Demikian semoga bermanfaat. Salam sukses.

  24. gunawan says

    Selamat Malam Pak Priyantoro,

    Saat ini saya masih minim pengalaman mengenai project control dan cost control, bisa kah saya mendapatkan gambaran flow chart atau gambaran awal menyusun laporan project control dan cost controlnya, atau saya mendapatkan soft file dari project yang pernah bapak kerjakan.
    mohon terima kasih atas masukkannya pak,

    Atas saran saya ucapkan terima kasih.
    iwan_22@ymail.com

  25. Priyantoro says

    Salam kenal mas Iwan, terima kasih sudah mampir ke kqlima.

    Menurut saya, pada dasarnya tidak ada format standar dalam project reporting. Setiap project control engineer dapat membuat format sendiri-sendiri sesuai kebutuhan proyek masing-masing dan sesuai kenyamanan masing-masing PC Engineer dalam melaksanakan tugasnya untuk mengendalikan jadwal dan biaya proyek.

    Format laporan yang menurut saya nyaman untuk saya gunakan, belum tentu cocock jika dipergunakan oleh PC Engineer lain. Yang paling penting untuk diingat dalam membuat format laporan adalah tujuan dari project reporting itu sendiri. Untuk apa kita membuat laporan proyek ? Apa tujuan kita membuat laporan proyek ? Itulah hal paling penting yang menjadi dasar kita dalam mendesain format laporan.

    Menurut saya laporan proyek adalah satu alat pengambilan keputusan dalam mengendalikan proyek agar proyek bersangkutan bisa diselesaikan sesuai jadual yang telah ditentukan dan dalam batas anggaran yang telah disetujui.

    Agar laporan proyek bisa menjadi alat pengambil keputusan yang baik, maka :

    1. Data yang disajikan di dalamnya harus akurat.

    2. Cara penyajian datanya harus mudah dipahami, sehingga penyimpangan-penyimpangan kinerja proyek (project performance) yang ada bisa cepat dideteksi dan dicarikan solusinya.

    Maksud dari penyimpangan kinerja proyek adalah keterlambatan jadual ataupun biaya proyek yang melebihi anggaran.

    Laporan yang baik harus mampu membantu memberikan analisa dari mana keterlambatan terjadi, apakah dari pekerjaan steel structure, piping works, auxiliaries, electrical, control & instrumentation atau dari area yang lain. Lebih jauh lagi laporan tersebut juga harus bisa membantu menemukan penyebab keterlambatan tersebut. Apakah karena supply atau delivery equipment-nya yang terlambat, atau karena kekurangan manpower atau bisa juga produktifitas manpowernya yang rendah.

    Begitu juga dengan masalah biaya. Laporan biaya proyek yang baik harus mampu membatu menemukan penyebab biaya proyek yang tidak sesuai dengan anggaran.
    Secara singkat laporan proyek menampilkan data planing vs data actual yang terjadi di lapangan beserta analisa penyimpangannya.

    Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bisa membantu. Salam.

  26. erwin says

    Dear pak priyantoro,
    Salam kenal,sy pernah kerjasama dg TJE pelabuhan ratu & skrg sy dg wika EPC project di west kalimantan,izinkan sy berbagi & menambahkan sedikit project EPC,krn sy sejak di truba hanya control construction saja (exclude EP) pd dasarnya semua yg bpk jelaskan itu benar adanya & sedikit yg mau sy tambahkan jika kita ingin mengontrol semua kerjaan EPC ada program control dg menggunakan primavera (risk analysis),kita bs control semua mulai dr cost,pekerjaan yg critical,probability (percentage kemungkinan project kelar pd wktu yg ditentukan),resiko apa yg akan timbul jika pekerjaan A telat,potensi kerjaan yg bakal telat,dll. Bagi teman2 PC yg minat utk belajar/kursus primavera bs hub.in saya di no.081298505707 (erwin) demikian

  27. Priyantoro says

    Salam kenal juga mas Erwin. Terima kasih sudah mampir.
    Silakan buat teman-teman yang ingin berbagi ilmu atau belajar atau mengambil pelatihan / training / kursus tentang Project Planing Menggunakan Primavera bisa menghubungi mas Erwin.

    Salam sukses.

  28. Firnando F says

    Dear Pak Priyantoro,

    What a great job pak ! 15 menit yang lalu seblum saya mengetik tulisan ini, saya baru diberi kabar kalo saya diangkat menjadi Project Control dimana di proyek sebelumnya saya ditempatkan sebagai PM, namun karena project yang baru yang akan saya masuki ini lebih besar dalam segala hal dari proyek sebelumnya, maka saya di pilih sebagai PC ( Project Contorl) yang notabennya saya belom pernah nyemplung di PC sebelumnya.

    Pak Pri… Boleh kah saya minta bantuan pak Pri untuk hal PC tsb?? Bolehkah saya sharing lebih jauh mengenai hal itu?

    Hp : 0896 3471 9709 & 0812 9374 4269.
    Email: fir2nando@gmail.com.

    Best Regards.

    Firnando Firdaus

  29. Mulyadi says

    Assalammualaikum Wr. Wb…

    pak saya mau tanya apa perbedaan project control engineer dengan project egineer dan jobdesc yang sangat terpenting dimana pak?

    Salam,
    Mulyadi

  30. Rin says

    Assalamualaikum,

    Pak Priyantoro, saya lulusan S1 Ilmu Komunikasi. Saya saat ini bekerja di salah satu proyek di Sumatera. Posisi saya saat ini sebagai Project Admin. Dengan basic pendidikan saya, yaitu Ilmu Komunikasi, bisa tidak yaa karir saya berkembang ke Project Control? Atau hanya sarjana teknik saja yang bisa ke Project Control??

    Terimakasih pak untuk jawabannya, sehat dan sukses selalu untuk Bapak..

  31. Priyantoro says

    Wa ‘alaikum salam mba Rin Tri Endah,

    Bisa banget, yang penting mau dan berusaha.

    Menjadi Project Control sebenarnya tidak ada ilmu khusus. Berbeda misalkan dengan mendesain gedung bertingkat 10, yang perlu ilmu Teknik Sipil yang mungkin hanya bisa didapat di bangku kuliah.

    Project Control seperti ilmu manajemen pada umumnya. Bisa dipelajari secara otodidak, apalagi kalau mba Rin saat ini bertugas di project site. Secara garis besar project control dibagi jadi 2 = schedule control dan cost control. Yang agak susah untuk orang yang background-nya bukan ilmu teknik mungkin schedule control. Karena menurut saya, untuk bisa benar-benar menjalankan tugas sebagai seorang schedule controller kita harus benar-benar tahu pekerjaan di lapangan.

    Tapi jangan khawatir, asal mau turun melihat langsung pekerjaan sehari-hari di project site, bukan hal yang sulit bagi seorang dengan background ilmu komunikasi menjadi Project Control yang handal.

    Kuncinya = belajar, belajar dan belajar. Good luck untuk mba Rin dan terima kasih untuk do’anya. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>