Proyek saya yang kedua setelah Bukit Asam adalah PLTU Paiton Swasta unit 7 & 8 dengan kapasitas 2×615 MW berlokasi di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Dalam proyek ini saya mendapatkan pengalaman-pengalaman sangat berharga karena terlibat di dalamnya sejak tahap awal sekali (tahap perencanaan) hingga proyek selesai. Saya mendapat tugas untuk menyusun budget dan project planing.

Perencanaan proyek PLTU Paiton unit 7 & 8 berjalan selama kurang lebih satu tahun, termasuk pembangunan temporary facilities (kantor dan gudang). Team perencanaan terdiri atas empat orang yang dipimpin oleh Site Manager. Pekerjaan perencanaan berlangsung di kantor pusat, Jakarta.

Bulan Maret 1996, saya berangkat ke Paiton site dan pada bulan itu juga pekerjaan konstruksi boiler (steam generator) dimulai, ditandai dengan pemasangan kolom rangka baja yang pertama. Perlu diketahui bahwa dalam proyek PLTU Paiton unit 7 & 8 tersebut saya bergabung dengan team erection boiler yang berlangsung selama hampir tiga tahun. Saya mendapatkan tugas sebagai Project Control Chief Engineer dengan anggota team sebanyak 4 orang, termasuk saya sendiri.

Dalam proyek PLTU Paiton unit 7 & 8 ini Project Control section memiliki tugas :

-  Mengumpulkan data progress dari lapangan dan menghitung progress tiap-tiap section (WBS) maupun progress erection boiler secara keseluruhan.

-  Mengajukan claim progress bulanan ke Client hingga mendapatkan approval. Claim progress yang sudah disetujui dijadikan dasar pengajuan pembayaran bulanan ke Client oleh Bagian Keuangan.

-  Mengkoordinasikan pengendalian schedule dan progress progress, dengan cara memimpin Progress Review meeting yang diadakan satu minggu sekali. Progress Review meeting dihadiri oleh semua Chief Engineers.

-  Turut menghadiri schedule meeting yang diselenggarakan main contractor seminggu sekali.

-  Mensuplai data progress dan schedule ke Client yang akan dipergunakan Client untuk mengupdate project schedule dalam software Primavera.

-  Mengkoordinasikan pengendalian biaya proyek agar tidak melebihi budget yang telah ditentukan. Setiap awal bulan Project Control section mengeluarkan laporan bulanan tentang performance masing-masing section (WBS). Dalam laporan tersebut tercantum progress yang dicapai dan biaya yang telah dihabiskan oleh masing-masing section. Performance report dibahas dalam sebuah performance meeting yang dipimpin oleh Project Control engineer.

-  Mengajukan proposal incentive bulanan dan incentive milestone kepada Site Manager. Incentive ini diberikan kepada seluruh anggota project team berdasarkan performance yang dicapai oleh masing-masing section, baik progress maupun cost performance.

-  Membuat laporan bulanan untuk kantor pusat dan laporan bulanan untuk Client.

-  Menangani hal-hal yang berhubungan dengan contract administration. Tugas utama yang berhubungan dengan contract administration adalah mempersiapkan data-data untuk claim additional work. Project Control section juga memberikan masukan-masukan kepada Site Manager dalam masalah commercial yang berhubungan dengan pembagian tanggung jawab pekerjaan (scope of work) antara main contractor dan sub contractor. Agar dapat memberikan masukan yang benar, maka pemahaman yang benar terhadap contract agreement mutlak diperlukan.

-  Membuat dokumentasi dalam bentuk photographi selama proyek berlangsung.

-  Membuat project closing report. Project closing report ini mirip dengan laporan bulanan, hanya saja disertai dengan analisa-analisa terhadap performance yang dicapai dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam planing dan budget.

Selesai menjalankan tugas di Paiton saya mendapat penugasan ke PLTU Banjarmasin unit 1 & 2 kapasitas 2×65 MW yang terletak di Asam Asam, 120 km dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Proyek ini berlangsung selama kurang lebih dua setengah tahun. Kemudian saya bergabung dengan planing team proyek PLTU Manjung, Malaysia yang berkapasitas 3×700 MW.

Secara garis besar Project Planing and Control section memiliki tugas yang hampir sama dari satu proyek ke proyek yang lain yang pernah saya ikuti. Hanya saja beda perusahaan mungkin memberikan job description yang berbeda kepada seorang Project Planing & Control Engineer.

  One Response to “Project Control Engineer : Peran & Tugas (Bagian ke-2)”

  1. bagus banget pak, paling tidak menambah wawasan saya tentang pltu

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

   
© 2012 kqlima.com Suffusion theme by Sayontan Sinha